slide
Kamis, 18 September 2014
 
fb tw tw
02/06/2012 14:12:33 WIB

Pagelaran Wayang Kulit Hiasi Peringatan Lahirnya Pancasila

gb

Dalam rangka memperingati hari lahirnya Pancasila,  jatuh pada tanggl 1 Juni diperingati setiap tahunnya, Kota Bekasi mengadakan acara ruwatan dan syukuran berupa pagelaran Wayang Kulit dengan dalang Ki Mantep Sudarsono berlangsung di Lapangan Multi Guna, Kota Bekasi, Jumat malam (1/6)


Walikota Bekasi Dr. H. Rahmat Effendi mengatakan di depan masyarakat Bekasi bahwa banyak hal yang biasanya disampaikan pada pagelaran wayang kali ini. “Ki mantep nantinya akan menampilkan cerita pewayangan yang memuat nilai-nilai kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara berupa nilai kepemimpinan, prilaku dan karakter dan nilai-nilai pancasila lainnya”.

Memang saat ini ada berbagai gejala yang menunjukkan semakin memudarnya nilai-nilai Pancasila dalam praktek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Potensi ancaman tehadap Pancasila itu ada dalam berbagai bidang meliputi ideologi, politik, ekonomi, sosial serta budaya.

Untuk itulah, peringatan hari lahirnya pancasila ini patut kita jadikan momentum untuk menanamkan pada sanubari kita masing-masing sekaligus menggelorakan kembali kepada masyarakat Kota Bekasi untuk menghayati dan mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan.

“Karena nilai-nilai yang terkandung pada Pancasila sebagai dasar negara akan selalu relevan, sekarang dan masa yang akan datang sesuai dengan kondisi masyarakat Indonsesia khususnya masyarakat Kota Bekasi yang heterogen dengan berbagai keanekaragaman etnik”, kata Walikota Bekasi.

Sekarang ini terdapat 33 persen masyarakat Jawa yang ada di Kota Bekasi diikuti masyarakat asli Bekasi dengan 28 persen, ini menunjukkan besarnya keanekaragaman etnik di Kota Bekasi.
Walikota Bekasi berharap kepada masyarakat bekasi yang beranakaragam  tersebut membina persatuan dan kesatuan dalam upaya  membangun Kota Bekasi dengan mengedepankan budaya musyawarah dan gotong royong yang saat ini hampir luntur. Untuk itu semua etnik boleh tinggal dan sekaligus bersama-sama membangun Kota Bekasi.

“Semua boleh tinggal di Kota Bekasi, tidak ada perbedaan, karena kita sama, yang mencintai Kota Bekasi”, Ucapnya.

Pagelaran wayang kulit ini diselenggarakan oleh Forum  Komunitas Jawa (Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat) ini kemudian menggugah masyarakat Bekasi bersama-sama mendoakan kota Bekasi supaya aman dan tentram.

Walikota Bekasi kemudian menyerahkan tokoh wayang kepada Ki Mantep sebagai awal pagelaran wayang semalam suntuk tersebut. (Diposkan oleh: BAGIAN TELEMATIKA/goeng/nto)


 
Pagelaran Wayang Kulit Hiasi Peringatan Lahirnya Pancasila
slide

slide

slide

slide

slide

slide

slide

slide

slide

slide

slide

TERJEMAHKAN




create gmail accountgmail sign inwww.gmail.comgmail sign in