
Baru-baru ini, Ibu Sendy Yusuf selaku Ketua Umum Yayasan Batik Jawa Barat melakukan kunjungan ke Batik Bekasi Rumah Betawi untuk melihat sudah sejauh mana perkembangan dan pembuatan batik di sana. Kunjungan ini juga dihadiri oleh pengurus YBJB yang lain seperti Bapak Komarudin Kudiya, Bapak Herman Yusuf, dan Ibu Ken Atik, juga Duta Batik Jawa Barat Dian Octorina dan Suprayogi.
Dalam kunjungannya, Ibu Sendy Yusuf menyampaikan pentingnya pelestarian batik di Indonesia mengingat Batik Indonesia sudah mendapatkan pengakuan dari UNESCO, yang kemudian menjadi suatu kebanggaan sekaligus tanggung jawab untuk melestarikan dan mempromosikannya.
Beliau juga menyampaikan penggunaan batik asli yang harus terus disosialisasikan, agar masyarakat bisa membedakan tekstil bermotif batik (batik print) dan batik asli. Yayasan Batik Jawa Barat sangat merespon kehdiran Batik Bekasi yang semakin memperkaya khasanah batik Jawa Barat, apalagi Bekasi merupakan kota di Jawa Barat yang berbatasan dengan Ibu Kota. Budaya Betawi juga merupakan bagian dari budaya Jawa Barat yang harus dilestarikan.
Di sela-sela kunjungan, YBJB dan DBJB mencoba melihat lebih dekat batik-batik yang dibuat. Warna batik Bekasi tergolong ke dalam warna-warna cerah seperti hijau, kuning, oranye, dan biru. Sebagian besar batik yang dibuat adalah batik tulis. Akan tetapi dalam pewarnaan, Batik Bekasi ini masih dalam upaya menemukan cara yang tepat agar tidak mencemari lingkungan.
Untuk itulah kedepannya, pemilik batik Bekasi ini akan melakukan pembahasan lebih lanjut ke YBJB untuk mendapatkan bimbingan pengolahan limbah batik. Kreasi batik Bekasi ini mulai dari penambahan payet ke dalam beberapa batik yang telah dibuat.
Motif-motif yang telah dibuat antara lain motif buah kecapi, buah khas betawi yang saat ini semakin sulit didapatkan. Motif lainnya adalah motif ondel-ondel, tari Blantek, hiasan pesta khas betawi. Adapula motif si Pitung, yakni pendekar Betawi yang sangat terkenal dan motif keluarga betawi beserta kehidupan kesehariannya.
Motif-motif ini dipadupadankan dengan motif batik dasar seperti bunga dan lereng.Ketua Dekranasda Kota Bekasi berharap batik Bekasi ini bisa semakin dikenal masyarakat kota Bekasi dan Mancanegara. Mudah-mudahan batik Bekasi semakin mengembangkan motifnya sehingga bisa dipakai semua kalangan, termasuk kalangan remaja dan anak muda.Anda bisa melihat motif-motif bekasi di menu “Batik Jawa Barat” dan facebook “Balarea Batik Jabar”, dan bisa mengunjungi galeri R. Ema Damayanti di Komplek Taman Century 2 blok E 31, Kota Bekasi, atau di Galeri berikut ini. (tim/rinto)